A.
Pengertian
perulangan
Perulangan adalah sebuah perintah
yang di input untuk mengulang kondisi yang dibuat sebanyak yang diinginkan.
B.
Bentuk
perulangan
1.
For, Struktur perulangan for biasa digunakan untuk
mengulang suatu proses yang telah diketahui
jumlah perulangannya.
- Contoh sintax
int i;
for (i=1; i<=5; i++)
{
printf("Sarilia");
printf("\n");
}
==>Outputnya
Ket:
Dari
contoh sintax sederhana tersebut, saya ingin mengulang apa yang saya tampilkan(printf("Sarilia");) sebanyak 5x. Nah
kalau saya menggunakan perintah printf, maka akan terlalu banyak, maka dari itu
bisa menggunakan perulangan for. Dengan menggunakan perulangan for, tinggal
kita masukkan kondisi pada for, berapa kali ingin kita ulang.
2.
While,
Perulangan WHILE banyak digunakan pada program yang
terstruktur. Perulangan ini banyak digunakan bila jumlah perulangannya belum
diketahui.
- Contoh sintax
int i;
while (i<=10)
{
printf("\n\Sarilia = %d",i);
i++;
}
==>Outputnya
Ket:
- Pengulangan berisi dua instruksi, printf("\n\Sarilia = %d",i); dan i++;
- Kondisi pengulangan adalah i<=10, maka pengulangan boleh dimasuki.
- i harus terdefinisi nilainya sebelum pengulangan dilaksanakan pertama kali. Karena itu, pada bagian inisialisasi, i diisi dengan nilai 1.
- Intruksi yang merubah nilai peubah kondisi adalah pernyataan i++;. Pernyataan ini mencacah jumlah pengulangan, sehingga jika i>10, pengulangan dihentikan.
3.
Do-while,
do-while memiliki
pengecekan kondisi yang terletak setelah statement perulangan.
- Contoh sintax
int i;
do
{
printf("\n\sarilia
= %d",i);
i++;
}
while(i<=10);
==>Outputnya
Ket:
Sebenarnya, pengulangan do-while
hampir sama dengan perulangan while.
4.
Perulangan bersarang, merupakan perulangan didalam
perulangan.
·
Contoh
sintax
int i,j;
for (i=1;
i<=5; i++)
{
for
(j=1;j<=5;j++)
{
printf
("%d",j);
}
printf("\n");
}
è Outputnya
Ket:
Dari program
tersebut, bahwa ada dua kondisi yaitu pada statement pertama dan kedua. Apabila
pada kondisi kedua telah selesai di eksekusi, maka akan kembali lagi
mengeksekusi kondisi pertama sampai selesai mengeksekusi semua kondisi.
C.
Contoh
program
1.
Program
pertama
int n,s;
for(s=1; s<=5; s++)
{
for(n=1;
n<=s; n++)
{
printf("%i",n);
}
printf("\n");
}
==>Outputnya
2. Program kedua
int n,s;
for(s=5; s>=1; s--)
{
for(n=1; n<=s; n++)
{
printf("%i",n);
}
printf("\n");
}
==>Outputnya
3. Program ketiga
int a,b;
for(b=1; b<=5; b++)
{
for(a=1; a<=b; a++)
{
printf("%i",a);
}
printf("\n");
}
///=====================
int n,s;
for(s=5; s>=1; s--)
{
for(n=1; n<=s; n++)
{
printf("%i",n);
}
printf("\n");
}
==> Outputnya
4. Program keempat
#include<stdio.h>
void hitungluas();
void hitungkeliling();
void hitungvolume();
void hitungluaskubus();
main()
{
hitungluas();
hitungkeliling();
hitungvolume();
hitungluaskubus();
return 0;
}
void hitungluas()
{
int r;
int phi=3.14;
float luas;
printf("1. Menghitung Luas Segitiga\n\n");
printf("masukkan jari-jari :");
scanf("%d",&r);
luas=2*(r*r);
printf("Luas=%1.2f\n\n",luas);
}
void hitungkeliling()
{
int r;
int phi=3.14;
float keliling;
printf("2. Menghitung Keliling Segitiga\n\n");
printf("masukkan jari-jari :");
scanf("%d",&r);
keliling=(2*phi*r);
printf("Keliling Lingkaran=%1.2f\n\n",keliling);
}
void hitungvolume()
{
int panjang;
int lebar;
int tinggi;
float volume;
printf("3. Menghitung Volume Balok\n\n");
printf("masukkan panjag :");
scanf("%d",&panjang);
printf("masukkan lebar :");
scanf("%d",&lebar);
printf("masukkan tinggi :");
scanf("%d",&tinggi);
volume=panjang*lebar*tinggi;
printf("volume=%1.2f\n\n",volume);
}
void hitungluaskubus()
{
int sisi1;
int sisi2;
float luas;
printf("4. Menghitung Luas Kubus\n\n");
printf("masukkan sisi1 :");
scanf("%d",&sisi1);
printf("masukkan sisi2 :");
scanf("%d",&sisi2);
luas=6*sisi1*sisi2;
printf("luas=%1.2f\n",luas);
}
==> Outputnya
0 komentar:
Posting Komentar