Di acara yang terakhir kakak kelas aku SMA, eh ketemu gebetan waktu dulu. Namanya Zul, ketua osis kece yang baik kesemua orang. Pas ketemu aku kaget sekagetnya, dianya sudah punya anak satu. "Astagfirullah ! Sudah punya anak?" celetukku dalam hati. "Dimana sekarang? Sudah nikah?" tanya kak Zul memecahkan lamunanku. "Hahahaha...masih disini aja kak. Belum kak" jawabku malu. Langsung cepat-cepat aku menjauh pergi supaya tidak dilontarkan pertanyaan yang tidak bisa kujawab.
Hari pun sudah sore dengan gerimis turun, aku langsung langsung pulang kerumah setelah mengantarkan temanku kerumahnya. Rasanya kaki ini mau patah gara-gara gayaan pakai heels. Akhirnya dengan ide yang cemerlang, aku meminjam sandal jepit temanku. Dan sampai saat ini belum ku kembalikan. Hehehe..maaf ya.
Setiba dirumah, aku langsung membersihkan make up diwajahku. Setelah itu aku langsung membaringkan tubuhku dikasur dengan kipas angin yang menyala. Ku ambil handphone di tas, langsung cek sosmed. Tujuan pertama adalah facebook. Ku scrol terus lihat beranda, stop ! Mataku tertuju dengan postingan si Sabarina. Bukan status anak alay ya..hehehe. Sabarina cuma meng-upload foto bersama pacarnya Badrol. Seketika itu aku berfikir, "oh mungkin mereka sudah baikan. Mungkin yang kemaren hanya salah paham".
Seperti biasa, aku anak yang rajin untuk masuk kerja. Ya walaupun bisa aja kalau gak masuk, asalkan saat jadwal harus masuk. Sebenarnya hari ini bukan jadwalku piket, tapi ya namanya anak baru harus banyak belajar dari senior. Setibanya dikantor, aku membersihkan sedikit ruangan yang berdebu. Eh tiba-tiba datang kak Tiwi, "sudah lama dek datengnya?". "Baru aja kak" jawabku sambil menyapu.
Pekerjaan bersih-bersih beres, waktunya istirahat. Pekerjaan belum ada, yang paling enak adalah ngobrol. Disela-sela obrolan kami soal pekerjaan, handphone kak Tiwi bunyi ada yang nelpon. Entah siapa yang nelpon aku gak peduli. Aku asyik scrol ig aku liat kiriman orang-orang. "Dek, kenal sama Sabarina gak?" tanya kak Tiwi cepat. Sontak pertanyaan itu membuatku terkejut. Dengan santai aku jawab "kenal dong kak, dia temen satu kampus aku". "Ada nomer handphone nya gak dek?". "Ada kak, 0822xxxx” jawabku perlahan sambil memperhatikan layar smartphone.” Siapa kak? Cewek apa cowok? Ada perlu apa?" tanyaku seperti introgasi di kantor polisi. Aku hanya gak mau ngasih ke sembarang orang. Kak Tiwi menanyakan pertanyaan tersebut ke penelpon. Katanya cewek, dia Lesi adiknya atasan kita Diana dan dia minta nomer handphone masalah percintaan. Otakku fast respon, langsung aku buka aplikasi wa dan menuju ke kontak. Dengan cepat aku menunjukkan foto profil Badrol ke kak Tiwi. "Bener gak kak ini orangnya" tanyaku penasaran. Kebetulan aku simpan nomernya waktu Sabarina cerita ke aku. Waktu itu aku hanya ingin memastikan apakah Sabarina di blokir atau enggak. Dengan teliti kak Tiwi memperhatikan foto tersebut, dan jawabannya iya. Seketika itu aku syok, diam dan gak bisa ngomong apa-apa lagi. Kak Tiwi pun penasaran apa yang terjadi. Ia mencoba melontarkan pertanyaan kepadaku, "kenapa dek?". Dengan wajah yang gak enak aku menceritakan semuanya ke kak Tiwi. Kak Tiwi pun terkejut mendengar ceritaku yang panjang lebar. Tetapi aku yang lebih terkejut lagi mendengar pernyataan kak Tiwi bahwa Lesi sudah menjanda. Sebenarnya kak Tiwi belum tau pasti kebenarannya atau tidak.
Tutup cerita, kami berdua pun ngomongin soal pekerjaan. Semua yang ingin tau soal pekerjaan baru ini aku tanyakan semua. Kak Tiwi menjawab sebisanya apa yang aku tanyakan.
***
0 komentar:
Posting Komentar