Tema : Lingkungan
Tokoh : 5 orang
- Bayu Rakasiwi Elsya (Ranger Bayu)
- M. Ihsan Alipudin(Ranger Ican)
- Rica Damayanti Putri(Gorgom)
- Sarilia(Ranger Sari)
- Yudi Saputra(Zekrom)
Permasalahan : Monster sampah yang menyerang
pemukiman warga
Perwatakan :
- Zekrom(Antagonis,Ambisius)
- Ranger Bayu(Bertanggung Jawab, Kuat, Berani)
- Gorgom(Patuh,Antagonis)
- Ranger Sari(Baik Hati, Berani)
- Ranger Ican(Gagah,Berani)
Figuran : Masayrakat dan Anak
Buah Gorgom
Latar tempat :
- Tempat pembuangan sampah
- Planet Antariksa
- Lapangan terbuka
- Markas
- Pemukiman warga
- Ruangan
Latar waktu :
- Malam
- Pagi
- Siang
Poltek Rangers
Bumi adalah
tempat tinggal bagi jutaan makhluk hidup, termasuk manusia. Dulunya merupakan planet bersih,
hijau dan tanpa polusi.
Namun, dengan seiring berjalannya waktu, banyak
manusia yang acuh dan tidak peduli dengan
lingkungan sekitar.
Lambat laun Planet Bumi menjadi kotor, penuh dengan polusi.
Di dekat
pemukiman warga terlihat tumpukan sampah yang cukup banyak, ada tiga orang mahasiswa yang sedang berbincang-bincang
mengenai masalah lingkungan. Ya, tentu saja mereka Poltek Rangers. Mereka
mempunyai kekuatan super untuk melindungi Bumi dari kehancuran.
Ranger
Ican : “Hemmm...manusia zaman sekarang, sampah dibuang sembarangan,
Bumi semakin tidak sehat.”
Ranger
Bayu :
“Iya, sama sekali tidak menyadari akan pentingnya kebersihan lingkungan. Lihat,
sekarang ruang hijau semakin sedikit dan udara semakin buruk. Jika dibiarkan terus menerus seperti ini, dampaknya
akan diterima oleh generasi mendatang.”
Ranger
Sari :
“Dari pada bicara terus, lebih baik kita bersihkan sampah-sampah ini.”
Ranger
Bayu dan Ican :
“Ayo!”
Walaupun anggota Poltek Rangers membersihakan tempat tersebut, tetap
saja
semakin lama sampah di tempat lain bertambah banyak karena ulah manusia yang
tidak pernah peduli dengan lingkungan pemukiman mereka.
Sementara itu di antariksa, terdapat sekumpulan makhluk jahat. Mereka
tidak bisa hidup di lingkungan yang bersih. Tetapi, melihat lingkungan di Bumi
yang semakin mengkhawatirkan, sehingga menyebabkan
mereka semakin mudah untuk bertahan hidup dan berencana menguasai Bumi.
Zekrom :
“Hahahaha.... akhirnya keadaan di Bumi semakin tidak
sehat.
Sudah saatnya untuk menguasai Bumi. Sekarang aku
sudah siap dengan pasukan ku. Hei Gorgom
kesini!“
Gorgom :
(Dengan suara latah)“I-iiya bos, a-aada apa?”
Zekrom :
“Aku perintahkan kamu untuk menyerang Bumi besok, hancurkan semua makhluk
Bumi dan buat lingkungan mereka semakin tercemar, agar kita bisa hidup dan mengusai
Bumi!”
Gorgom :
“S-ssiap Bos
! l-llaksanakan!”
Keesokan harinya pasukan Monster
mulai menyerang Bumi. Pasukan monster tersebut di pimpim oleh Gorgom yang merupakan anak kapak Zekrom.
Gorgom :
“Hai para manusia, aku akan menghancurkan kalian semua, akan kupenuhi Bumi ini
dengan sampah. Ku perintahkan untuk seluruh pasukan ku, hancurkan
lingkungan sekitar, tebarkan sampah-sampah, tebang semua pohon, agar Bumi
semakin panas dan manusia tidak bisa hidup disini lagi. Hahahaha… “
Gorgom
pun mulai menyerang ke setiap sudut kota. Masyarakat pun
berlari ketakutan.
Kring... . suara alarm dari ponsel ajaib para rangers pun
berbunyi, menandakan ada bahaya yang sedang menyerang kota mereka.
Ranger
Bayu : “Teman-teman, ada
masalah di kota. Pasukan Gorgom sedang
menyerang kota”.
Ranger Sari : “Oke, kita langsung kesana
saja kalau begitu”.
Ranger Ican : “Baik !”
Pasukan Rangers
pun langsung menuju kota. Disana sudah
ada Gorgom dan pasukannya sedang merusak lingkungan. Melihat lingkungan dirusak, para Poltek Rangers tidak tinggal diam.
Ranger Bayu : “Hei monster jelek, apa yang kamu lakukan?”
Gorgom :
“Diam kalian manusia bodoh, rasakan ini!” (Gorgom menembaki Poltek Rangers
dengan laser).
Ranger Ican :
“Awas!”
Para Rangers berhasil
menghindari serangan Gorgom.
Ranger
Bayu :
“Kalau sudah seperti ini, apa boleh buat, ayo teman-teman kita berubah!”
Ranger Sari dan Ican : (Menganggukan kepala)
Ranger Sari, Bayu dan Ican : “Poltek
Rangers...! Berubah”
Akhirnya Poltek Rangers menunjukkan wujud aslinya. Saat mereka berubah, kekuatan
dan pertahanan mereka meningkat drastis disbanding manusia biasa.
Gorgom :
“Hah.. ternyata kalian Poltek Rangers.”
Ranger Bayu : “Kalau kami sudah berubah, kami takkan terkalahkan.”
Gorgom : “Hahaha, jangan sombong dulu anak muda. Ayo pasukanku,
serang mereka!”
Ranger Bayu : “Ayo, teman-teman, kita selesaikan ini dengan cepat”
Ranger Sari dan Ican : “Baik!”
Pertarungan sengitpun dimulai.
Para Rangers melawan puluhan pasukan monster. Tapi, karena mereka mempunyai kekuatan super, beberapa pasukan monster tersebut dapat dikalahkan
dengan mudah.
Ranger
Ican : “Hahaha, ternyata tidak sesulit yang kupikirkan, ini terlalu mudah. Hei
Gorgom !, jangan bercanda dengan kami”
Gorgom :
“Ternyata kalian tidak bisa diremehkan, lawan kalian
selanjutnya adalah aku. Ayo pasukan ku, kita serang lagi mereka!”
Ranger
Sari :
“Baik, siapa takut. Kami akan menghancurkan semua musuh yang menghadang.”
Dengan bebarapa pasukan yang masih tersisa Gorgom menyerang para Rangers. Para Rangers terlalu meremehkan kekuatan Gorgom, mereka hampir kewalahan menghadapi jurus-jurus yang dikeluarkan Gorgom. Namun,
akhirnya Gorgom dapat dikalahkan.
Gorgom :
“Arghh... kenapa aku bisa kalah, akan kuba-....” (Gorgom pun meninggal di tempat)
Ranger Bayu : “Teman-teman, kalian tidak apa-apa?
Ranger Sari : “Kami baik-baik saja.”
Ranger Ican :
“Untunglah para monster itu sudah kita kalahkan.”
Ranger Bayu : “Ayo kita kembali!”
Ketika Poltek Rangers hendak kembali ke markas, tiba-tiba datang laser
dari atas langit.
Ranger Bayu : “Teman-teman, awas!“
Merekapun terkena laser tersebut dan terpental di udara. Ternyata yang
menembakkan laser tersebut adalah Zekrom Bigbos dari para monster.
Ranger Ican dan
Sari : “Aaarrrrhh....!.”
Ranger Ican dan
Sari pun melemah.
Ranger
Ican dan Sari :”(Terengah-engah)
Ranger
Bayu :”Teman-temaaan..!
kalian tidak apa-apa?”
Zekrom : “Hahahaa....! . Semua
ini belum berakhir. Aku pasti akan mengalahkan kalian”
Ranger
Bayu :”Aku pasti akan
mengalahkan kamu Zekrom”(Muka sinis).
Zekrom : Duaaar...(Menyerang
ke arah Ranger Ican)
Ranger
Bayu : Wiisss...(Mengelak)
Pertarungan pun semakin sengit,
jurus demi jurus dikeluarkan oleh masing-masing. Ranger Ican pun mengeluarkan
jurus andalannya.
Ranger
Bayu : (Berlari kearah
Zekrom)
Serangan
dari Ranger Bayu pun bertubi-tubi. Akhirnya Zekrom dapat dikalahkan.
Setelah Zekrom musnah, para Raider
pun berubah menjadi manusia biasa lagi. Mereka pun menyambangi masyarakat yang
sedang bersembunyi karena ketakutan. Ranger Ican pun memberikan arahan kepada
masyarakat.
Ranger
Bayu : “Kita harus
mengambil pelajaran dari kejadian ini, kita tidak boleh membuang sampah
sembarangan. Kita harus menjaga lingkungan pemukiman kita sendiri.”
Masyarakat : “ Iya, kami akan menjaga
lingkungan ini dari sampah. Kami tidak akan membuang sampah sembarangan lagi.”
Ranger
Bayu : “Baiklah !, kami
harus pergi dulu. Masih banyak yang harus kami tangani.”
Para Rangers pun pergi
meninggalkan pemukiman warga tersebut. Dan sekarang masyarakat pun mulai
membiasakan untuk membuang sampah ke tempat yang benar. Dan Zekrom tidak pernah
muncul lagi. Daerah tersebut aman dari gangguan Zekrom sang monster sampah.
Tamat
Kesimpulan
:
Dari cuplikan drama diatas, kita simpulkan bahwa monster Zekrom diibaratkan sebagai dampak negatif yang disebabkan oleh tumpukan sampah. Sedangkan Rangers sebagai masyarakat yang peduli lingkungan.
Dari cuplikan drama diatas, kita simpulkan bahwa monster Zekrom diibaratkan sebagai dampak negatif yang disebabkan oleh tumpukan sampah. Sedangkan Rangers sebagai masyarakat yang peduli lingkungan.
Amanat :
Bumi itu sebagai tempat tinggal berbagai makhluk hidup. Jadi, kita harus menjaga Bumi dari kehancuran. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk Bumi, seperti membuang sampah pada tempatnya.apa yang kita lakukan untuk Bumu pasti akan ada dampaknya, baik itu dampak negatif maupun positif.
Bumi itu sebagai tempat tinggal berbagai makhluk hidup. Jadi, kita harus menjaga Bumi dari kehancuran. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk Bumi, seperti membuang sampah pada tempatnya.apa yang kita lakukan untuk Bumu pasti akan ada dampaknya, baik itu dampak negatif maupun positif.
0 komentar:
Posting Komentar