Senin, 01 Desember 2014

Tragedi Sebuah Celana

Di sebuah kampus yang cukup terkenal di daerah Sekayu. Para Mahasiswa dan Mahasiswi akan melaksanakan rutinitas mereka seperti biasa yaitu apel malam yang menandakan awal masuk kembali ke asrama. 

Di lapangan kampus yang tidak terlalu luas, terlihat sekumpulan Mahasiswi TI.3 duduk sambil mengobrol menunggu arahan dari kepala asrama.

"Ikut yuk !, kukunya bisa nyala. kayak kunang-kunang" kata Dedek. 

Mereka pun melakukan hal konyol, tanpa rasa malu mereka mulai mendekatkan kepala sehingga tangan-tangan mereka tertutup kelam. 

"entar ya, tunggu aja entar kuku nya bisa nyala. Tapi harus sangat kelam" kata Cicit yang begitu serius dengan hal konyol tersebut.

Dari kejauhan terlihat seorang pemuda yang begitu bersinar. Salah satu dari meraka begitu herannya melihat pemuda tersebut. Setelah begitu lama memperhatikan pemuda tersebut, ternyata pemuda tersebut adalah temannya sendiri. Ia adalah Muji, pemuda yang cukup tenar di kampus kalangan TI.3. Semakin lama Muji mulai mendekat ke kerumunan mereka yang sedang asyik bermain hal konyol.

Singkat cerita, Sari yang dari tadi memperhatikan Muji mulai pecah perhatiannya. Perhatiannya pun mulai berubah kearah bawah badan Muji. Sesampainya Muji di kerumunan tersebut, Sari mulai meneteskan air mata. Entah dari mana air mata itu berasal, apa sebabnya, maksudnya apa dan makna dari sebuah tetesan air mata itu pun tidak bisa dijelaskan. Teman-temannya pun bingung 7 keliling. 

Suasana pun mulai berubah menjadi hening. Beberapa menit tertegun, Sari pun mulai mengeluarkan suara peraknya. 

"Celana muuuu mengingatkan ku dengan masa lalu ku....." Sambil menunjuk ke arah celana Muji. 

Hening teman-temannya pun pecah, dan berubah dengan tawa yang begitu menggelikan. 

"Hahaha hahaha....! ku kira ada apa" Sok mulai bersuara. 

Muji pun terlihat kebingungan, dan tidak terlalu lama Ia pun tertawa. 

“Hahahaha.....! aduh kenapa sih Sari...??”.

Sari pun mengusap air matanya, dan ikut tertawa bersama mereka.

Ternyata Celana yang dipakai muji adalah seragam SMA 3. Ya, jelaslah Sari meneteskan air mata. Masa lalunya alumni SMA 3 juga ternyata. Dan sekarang, setiap melihat Muji mengenakan Celana tersebut, Sari mulai mengeluarkan suara peraknya.

TAMAT

@created by Sarilia

0 komentar:

Posting Komentar