Pukul menunjukkan jam 05.25 sore, tampak
di lapangan kampus Politeknik Sekayu begitu ramai dengan sorak-sorak mahasiswa
dan mahasiswi. Ternyata yang membuat keributan itu adalah pertandingan Volly
dalam rangka memperingati Diesnatalis Politeknik Sekayu ke-7.
“TI...TI...TI......... ! “ teriak
supporter dengan semangat sambil melompat-lompat.
“AK...AK...AK......... ! “teriak
supporter dengan semangat sambil melompat-lompat karena tidak mau kalah dengan
supporter TI.
Pertandingan pun begitu meriah, TI.3 Vs
AK.1. Terlihat para supporter, Lena,Sari,Teteh,Epa,Dedek, Cicit dan lainnya
begitu antusias untuk menyemangati jagoannya TI.3. Semakin lama pertandingan
pun semakin panas. Supporter pun semakin semangat. Tetapi ada yang aneh dengan
salah satu supporter tersebut. Disaat para supporter yang lain bersorak-sorak, terlihat
Sari yang terdiam. Teman-temannya yang lain pun tidak memperdulikannya.
“Kenapa kamu gak ikut, opek ?” kata Lena
dengan heran.
“Enggak ah !” sambil menggerakkan tangan
nya.
Tak lama kemudian, Sari mulai masuk
lapangan. Teman-temannya pun terdiam dengan wajah yang dikatakan sedih
tidak,senang tidak,marah tidak, kesal tidak, kaget iya kalik :D.
“Cemungut eya, cemungut eya” sambil
menggerakkan kedua tangannya sambil memukul-mukul diiringi berjalan ala banci.
“Hahahaha....! gelak tawa supporter yang
lain.
“Opek bisa aja” Lena mengeluarkan kata
mutiara nya (kayaknya bukan kata mutiara deh :/ ).
Setelah itu Sari kembali duduk terdiam.
Dalam selang waktu yang cukup lama, Sari
masih saja terdiam. Sepertinya Ia memikirkan sesuatu yang begitu penting,
mungkin Ia ada masalah yang cukup Privasi. Pertandingan pun tetap berjalan
tanpa sorak dari supporter Sari.
Perlawanan sengit dari masing-masing tim
bertubi-tubi di lontarkan ke tim lawan. Tetapi sepertinya tim TI.3 mulai
kualahan. Bola pun terlontar begitu jauh karena tim TI.3 tidak dapat menahan
perlawanan tersebut. Disaat menunggu bola kembali, para pemain tiap tim nampak
begitu serius tanpa ada canda tawa.
Keadaan yang serius pun mulai pecah
menjadi tawa, ternyata yang merubah keadaan tersebut adalah Sari.
“Ya sudah kalau gitu, aku turun tangan nih,”
sambil menurunkan tangan nya ke tanah.
“Hahahaha, gak gitu juga opek”
kata Cicit.
“Hahahaha, iya iya bener banget turun
tangan itu” kata Epa sambil tertawa geli.
Setelah itu pertandingan berlanjut
kembali dengan hikmat ( berdoa kalik :D ). Dan pada akhirnya pertandingan
dimenangkan oleh TI.3.
TAMAT
@created by Sarilia
@created by Sarilia
0 komentar:
Posting Komentar